PENDIDIKAN BUKAN MILIK ORANG KAYA SAJA

Siapa yang tidak gelisah dengan kondisi dunia pendidikan kita sekarang? Pendidikan yang semestinya diperuntukkan bagi pembebasan manusia dan kehidupan bersama yang konstruktif sedang tidak menuju ke arah sana. Faktafakta di lapangan justru menunjukkan bahwa makna pendidikan, sekolah, dan belajar justru mengalami manipulasi dan degradasi besar-besaran. Apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa institusi pendidikan menjadi ladang bisnis terselubung demi akumulasi profit belaka.

pada hakikatnya pendidikan adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan disekitar kita. Sejak Sekolah Dasar hingga Universitas kita diberikan rumus-rumus, teori dan hapalan-hapalan namun dalam kehidupan sehari-hari dengan lingkungan jarang sekali bahkan tidak pernah sesuai untuk menyelesaikan masalah. yang menjadi pertanyaan kita adalah untuk apa kita mengeluarkan biaya finansial hingga tenaga kita selama berada di dunia pendidikan kita saat ini?

menyikapi hal tersebut Universitas kita yang namanya sangat mulia menurut kami malah menjadi kedok belaka dalam pendidikan. ya Universitas Swadaya Gunung Jati. Kata SWADAYA harusnya menjadi simbol serta prinsip pengelolaan secara bersama dengan kekuatan sendiri arti sendiri adalah mereka yang terlibat dalam usaha pembangunan tersebut. Dan nama gunung jati adalah nama seorang sunan dari salah satu wali songo yang berpesan “isun titip tajug lan fakir miskin”. Saat ini biaya pendidikan nya semakin tinggi dan tinggi dan semakin menjauhkan kesempatan masyarakat mendapat pendidikan sebagaimana di cita-citakan bangsa ini juga telah membodohi dan membohongi masyarakat dengan brosur, pamflet, dan iklan yang beredar bahwa pendidikan yang ada di kampus ini berkualitas.

ya kualitas kendaraan para pimpinan kampus, bangunan para pimpinan kampusnya saja yang bagus. Kami para mahasiswa bahkan untuk praktekpun sangat minim fasilitas; laboratorium, lahan percobaan, bahkan cangkul. Jelas-jelas bahwa pendidikan kita saat ini sangat jauh dari hakikatnya. KAMI MAHASISWA TIDAK DIAM MELIHAT KEBIASAAN YANG DIBENARKAN DAN KAMI INGIN PENDIDIKAN SEBAGAIMANA PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN SERTA DAPAT MENYELESAIKAN PERMASALAHAN YANG ADA DILINGKUNGAN KITA.

Kebijakan bahwa biaya praktikum dibebankan kembali kepada mahasiswa menurut kami sangat masuk akal. Lalu bertolak belakang dengan apa yang dituliskan dalam brosur Penerimaan Mahasiswa Baru.

KAMI MENOLAK DIBODOHI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s